Melihat Prospek di Kota-kota Penyangga

KonsPro (17/4) JAKARTA - PERTUMBUHAN  properti selalu mengikuti perkembangan infrastruktur. Jika infrastruktur hancur, proyek properti hampir dipastikan babak belur. Sebaliknya, pembangunan infrastruktur yang baik bakal terus memicu pengembangan beragam produk properti. Artinya, perkembangan infrastruktur yang baik di suatu kawasan akan memicu aktivitas bisnis pengembang properti. Ini wajar sebab keberadaan fasilitas infrastruktur yang baik akan melambungkan harga tanah, yang imbasnya akan menarik minat pengembang untuk membangun proyek.

Membaiknya infrastruktur terjadi di beberapa wilayah penyangga Jakarta, seperti Tangerang Selatan (Tangsel), Bekasi, dan Depok. Geliat infrastruktur di daerah itu sudah membuat pengembang tergiur menjadikan kawasan itu sebagai lahan bisnis. Lihat saja di Tangsel. Sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Jakarta, properti di daerah tersebut berkembang pesat. Selain karena kedekatannya dengan Jakarta, kemudahan akses dengan pembukaan beberapa ruas jalan tol baru sangat berpengaruh bagi pertumbuhan industri properti di daerah tersebut.

Tangsel menjadi sangat penting bagi para pebisnis karena keberadaan pabrik yang pemiliknya mayoritas warga Jakarta sehingga segala macam proyek properti yang dibangun di Tangsel laku terjual seperti perumahan, ruko, restoran hingga hotel. Nurul Yaqin, Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Banten, menuturkan pertumbuhan industri properti yang signifikan di Tangerang Selatan lebih disebabkan karena pemerintah daerah setempat yang sangat fokus dan serius membangun infrastruktur seperti jalan.

Ia menambahkan kawasan Pamulang dan Ciputat kini menjadi alternatif hunian maupun lokasi usaha bagi sejumlah konsumen yang belum dapat menjangkau rata-rata harga rumah di kawasan Serpong dan Bintaro. Maklum, beberapa pengembang papan atas di sekitar Serpong seperti BSD City dan Bintaro Jaya menjual rumah dengan harga minimal 500 juta rupiah. Nah, di beberapa kawasan yang tidak jauh dari BSD City dan Bintaro Jaya, tersedia pilihan hunian yang ditawarkan dengan harga yang relatif lebih terjangkau. “Gairah bisnis properti di kawasan second line seperti di Ciputat, Pamulang, dan Bintaro, juga sangat meningkat belakangan ini.

Bahkan, dalam dua tahun terakhir, harga tanah dan bangunan di kawasan ini naik mencapai 50 persen hingga 100 persen,” kata Nurul Yaqin. Kawasan lain mulai dilirik pengembang adalah Bekasi. “Pertumbuhan perumahan di Jakarta sebenarnya mulai ke kawasan Tangerang dan Bekasi. Pertumbuhan perumahan selalu mengikuti infrastrukturnya. Infrastruktur ke dua wilayah itu sedang membaik,” terang Utami Prastiana, Head of Strategic Advisory Procon.

Karena kawasan Tangerang harga tanah mulai mahal, pengembang mulai melirik kawasan lainnya seperti Bekasi. Pengembang-pengambang besar mulai melirik karena adanya tol JORR. “Kawasan Bekasi menjadi prospek baru,” ujarnya. Kondisi yang sama juga akan terjadi di Depok. Pembangunan Tol Cinere - Jagorawi akan meningkatkan harga jual properti di Depok sehingga pengembang akan menjadikan wilayah ini sebagai buruan baru untuk pengembangan bisnisnya. (koranjakarta)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial