Yang Perlu Diperhatikan dalam Membeli Apartemen

Pertanyaan:

DI Indonesia, rata-rata atau hampir semua apartemen itu dijual secara pre project selling, tentunya ini sangat riskan artinya dapat menimbulkan kemungkinan konflik cukup besar di kemudian hari. Dari sisi konsumen seperti saya ini, khawatir karena sesuatu hal apartemen itu tidak dilanjutkan pembangunannya, dan itu sudah banyak terjadi.

Pak Erwin, dalam waktu dekat saya juga akan membeli sebuah unit apartemen kelas menengah di Jakarta Selatan. Terkait dengan itu, saya minta masukan dari Pak Erwin apa saja yang perlu saya perhatikan sebelum memutuskan membeli apartemen tersebut?

Winda, Jakarta Barat

Jawaban:

IBU Winda yang baik. Dari sudut pandang hukum, kalau kita ingin membeli properti, terutama rumah susun (rusun) atau apartemen, yang pertama harus diperhatikan adalah isi perjanjiannya. Hal ini penting, karena pada umumnya apartemen yang dipasarkan  itu pre project selling (menjual proyek belum jadi). Yang dijual adalah “gambar-gambar” dari proyek tersebut. Sehingga memang sangat  perlu sikap teliti dan hati-hati. Beda dengan kalau proyek itu sudah jadi (ready stock), dimana barangnya atau unit apartemennya bisa kita cek langsung.
Beberapa hal yang harus kita cermati sebelum membeli apartemen yang pre project selling, adalah sebagai berikut:

 

  1. Isi PPJB. Tetili secara cermat apa saja yang diatur dalam perjanjian pengikatan jual belinya (PPJB), terutama penyelesaian pembangunan dan kapan serah terimanya? Yang Anda harus diketahui, biasanya untuk rusun/apartemen antara penyelesaian pembangunan dengan serah terima itu diberikan batas toleransi waktu 120 hari (sesuai peraturan yang ada). Batas waktu 120 hari adalah untuk mengurus ijin layak huni (ILH), karena menurut peraturan rusun/apartemen tidak boleh diserahterimakan kalau ILH-nya belum ada. Ini menyangkut masalah keamanan.
  2. Kelengkapan Surat Izin. Sebelum membeli, pastikan apartemen memiliki block plan, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), sertifikat tanah (Hak Guna Bangunan/HGB), izin pendahuluan dan bank penjamin dana pembangunan apertemen. Data ini dibutuhkan untuk mencegah kemungkinan pengembang berspekulasi. Tak ada salahnya apabila kita mendapatkan salinan surat-surat dari instansi terkait dan sebaiknya kita juga mengetahui fasilitas KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), yang mungkin diselenggarakan oleh bank tersebut. Selain data dari bank dan apartemen itu sendiri, sebaiknya kita juga meneliti peruntukan lokasi untuk mengetahui apakah lokasi tersebut betul-betul untuk lokasi apartemen.
  3. Kredibilitas Pengembang. Kredibilitas pengembang menjadi salah satu pertimbangan penting. Pengembang yang memiliki reputasi baik tidak akan menelantarkan pembangunan atau melarikan uang muka. Undang-undang perlindungan konsumen di Indonesia belum mengatur transaksi jual-beli apartemen secara detail. Untuk memperkecil resiko, disarankan untuk meneliti kredibilitas setiap pengembang. Cari tahu lebih detail tentang apartemen-apartemen yang telah dibuat pengembang tersebut, termasuk meneliti kualitas bangunan yang telah dihasilkan.


Demikian jawaban saya, semoga Ibu paham dan lebih cermat dalam membeli apartemen. Terima kasih.

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial