Pengusaha Ingin 30% Dana APBN Untuk Infrastruktur

KonsPro (17/8) JAKARTA - PARA  pengusaha akan menyimak secara serius pidato kenegaraan Presiden SBY. Mereka berharap, 30 persen dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dialokasikan ke infrastruktur.

Ketua Umum Asosiasi Pengu­saha Indonesia (APINDO) Sof­jan Wanandi mengatakan, jika Indo­nesia ingin tumbuh di atas tujuh persen atau 8-9 persen, ma­ka 30 persen dari dana APBN 2012 ha­rus digunakan untuk pem­bangu­nan infrasturktur.

“Mes­kipun saya tidak yakin bi­­sa 30 persen. Tetapi kita ber­doa saja, mudah-mudahan bisa di atas 30 persen,” kata Sofjan saat dihubu­ngi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, anggaran peme­rintah tahun ini hanya dihabiskan untuk biaya rutin, subsidi dan mem­bayar utang. Sedangkan ang­garan pembangunan hanya de­lapan persen dari total angga­ran tahun ini yang sebesar Rp 1.200 triliun. Padahal, lanjut dia, pa­da zaman Soeharto (Orde Ba­ru), ang­garan untuk pembangu­nan bisa mencapai 40-45 persen.

Dikatakan, jika alokasi infra­struktur sangat kecil, maka per­masalahan kemacetan, pelabuhan dan lainnya sulit teratasi. Apalagi, masalah listrik dan gas masih be­lum juga tuntas. Karena itu, pi­hak­­nya mempertanyakan be­rapa banyak APBN tahun depan digu­nakan untuk infrastruktur.

Pengamat ekonomi dari Uni­ver­sitas Indonesia Yusuf Wibi­sono mengatakan, pidato ke­ne­garaan yang disampaikan SBY ini hanya bersifat seremonial. Padahal, sambutan ini tepat un­tuk menyampaikan nota keuang­an dan Rancangan RAPBN ta­hun depan serta memberikan arahan kepastian perekonomian.

Seharusnya, lanjut dia, ada se­suatu yang lebih substansial dari pemerintah untuk memanfaatkan momentum tersebut bagi dunia usaha. “Karena selama ini, jika ada pengumuman atau nota ke­uangan APBN, dunia usaha se­cara umum nggak banyak ter­pe­ngaruh karena pemerintah kurang kredibel dan kebijakan ekonomi kita terlihat biasa-biasa aja sela­ma ini,” katanya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Yusuf, pemerintah mesti­nya bisa menunjukkan ara­han perekonomian dan terobosan yang akan dilakukan tahun ini lebih konkret dan bisa mem­be­rikan harapan bagi pe­laku-pelaku ekonomi. Menurut­nya, Rencana Pembangunan Jang­ka Panjang (RPJP) yang di­sam­pai­kan hanya sebatas sere­monial. Se­dang­kan Rencana Pem­bangu­nan Jangka Menengah (RPJM) hingga kini masih belum clear. (RM)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial