2012, REI Target 5.000 Rumah Murah

0
2
Ilustrasi: rumah123.com

KonsPro (28/9) MAKASSAR – PELAKU usaha sektor properti melalui DPD REI Sulsel, menargetkan membangun 5.000 rumah murah tahun depan. Program ini, akan dikerjasamakan dengan Pemprov Sulsel.

Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy, kemarin, menjelaskan, program tersebut akan disinergikan dengan Program Pemprov Sulsel, Pemerintah Pusat (Kemenpera), dan REI Sulsel. “Kami dari REI menyiapkan tanah dan bangunannya, Kemenpera membangun sarana umum, dan Pemprov Sulsel kita harapkan menyediakan jalan dan drainase,” jelas Raymond.

Dengan skema kerja sama tersebut menurut dia, program tahap pertama membangun 5.000 rumah murah secara konsorsium pada 2012 bisa dicapai. “Backlog perumahan kita masih tinggi. Salah satu kendala sehingga backlog tinggi adalah biaya membangun rumah tinggi sehingga harga jualnya tidak terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah. Itu bisa kita tekan dengan pola kerja sama REI, Pemprov Sulsel, dan Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Raymond mengatakan, kerja sama dengan Pemprov Sulsel dan Kemenpera akan dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU). “Kami siapkan dulu draftnya setelah pengurus baru dilantik, kemudian, kita ajukan ke Pak Gubernur. Kita berharap kerja sama ini bisa berjalan baik,” harap Raymond.

Dia juga mengatakan, saat ini, Kawasan Kota Baru Mamminasata sudah disetujui pemerintah pusat. Ini berarti, REI tinggal menunggu master plan untuk pengembangannya. “Berkat perjuangan Pak Gubernur Sulsel, Perpres Mamminasata akhirnya terbit. Kita harapkan master plannya bisa rampugn secepatnya agar bisa segera jalan,” kata Raymond.

Komisaris Hotel Grand Clarion ini mengakui, saat ini, pihaknya masih dalam tahap konsolidasi, pasca-musda. Setelah konsolidasi kelar, Raymond bersama pengurus baru yang menunggu SK DPP REI, akan melakukan roadshow ke mitra-mitranya, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah daerah, dan perbankan.

“Mudah-mudahan semua berjalan baik. Intinya, kita ingin memacu pelayanan anggota, kemudian segera merealisasikan pusat layanan properti. Salah satu yang tengah kita rancang adalah sistem online dengan BPN dan perbankan,” jelasnya.

Apalagi, dalam waktu dekat ini, Menpera akan datang ke Makassar untuk melakukan sosialisasi mengenai Pembangunan Sarana Umum untuk perumahan. “Sosialisasi ini seharusnya hanya dilakukan di Manado. Tetapi kita melakukan protes sehingga Menpera bersedia menjadwalkan sosialisasi di Makassar,” (Fajar)